Di sebuah warung kopi yang letaknya tak jauh dari kampus swasta, tampak seorang pria dengan badan yang seadanya, gak tinggi juga gak langsing. body standar abis, bawaan dari dealer. gak ada unsur sporty maupun casual. Matahari sudah mulai condong ke barat. barat banget deh pokoknya. jam juga udah menunjukkan angka lima geser dikit (baca: 5.15). kampus udah mulai sepi kayak makam. genderuwo bermobil sedan dengan dasi serba rapi sudah mulai cabut dari area makam bercoverkan pendidikan strata I.
Anak belel yang cuma pake celana panjang agak mlorot dan kaos dengan lubang leher yang nyaris menunjukkan putingnya itu menyruput sisa kopi terakhir lalu mengeluarkan uang seribuan kumel dua lembar dan dua koin lima ratusan bau balsem. bayar kopi dan pisang goreng tiga biji. Namanya Bayu (penulis males nyari nama tokoh yang laen), pemuda dengan tampang kucel tersebut. Pulang dari warung kopi dengan mencangklong tas warna krem bertuliskan acara musik yang disponsori oleh rokok. buku tulis dengan tebal 28 halaman karena sudah banyak dicabuti kertasnya ada di dalam tas tersebut ditemani oleh sahabat setianya yaitu sebuah pulpen item yang gak ada tutupnya. Bayu adalah mahasiswa kampus tersebut yang sudah enam tahun gak lulus-lulus dari kampus tersebut (ehem...kayaknya penulisnya malah curhat deh..). kalo di tempat tersebut, bayu digolongkan dalam kaum Highlander. kaum mahasiswa yang lulusnya lama, bahkan sudah tersalip oleh beberapa generasi yang lebih muda.
Bayu pulang ke kostnya yang jaraknya cuma 500 meter dari kampus. sore itu kost sepi total. kost tersebut sebenernya dihuni para Highlander juga. tapi mayoritas tinggal nyusun Skripsi aja. jadi banyak penghuni kost yang lain pada pulang dengan alasan survei dan ngumpulin bahan skripsi. ada beberapa penghuni yang gak pulang, tapi sore itu mereka pergi nyari hiburan. nonton bioskop katanya.
Suara Adzan magrib berkumandang. Suaranya jelas banget kalo didengerin dari kamar Bayu yang ada di lantai dua. Jelas aja, kamar bersebelahan dengan jemuran, jadi kalo mau denger atau lihat pemandangan sekitar tinggal buka jendela dan pemandangan sawah yang luas terhampar dengan jelas.
Abis sholat maghrib, rencananya sih Bayu mau tidur bentar. maklum, kuliah yang musti diulang hari ini banyak banget. dari pagi sampe sore. bikin mata sepet kuping budeg dengerin ceramah yang itu-itu aja dari dosen yang sama semenjak beberapa semester kemarin. baru aja mau merem, terdengar suara mirip ban pecah. trus dilajutkan dengan suara tabrakan. Dhuar...!!! GUBRAAAAK...!!!! kurang lebih bunyinya kayak gitu. Mata yang tadinya udah pedes dan mau merem akhirnya melek lagi gara-gara rasa penasaran.
Bayu keluar dari kamar menuju jemuran buat melihat sekeliling kost karena sebenernya dari jemuran itu juga bisa lihat jalan aspal yang ada di seberang sawah. Mata udah di merem-melekin biar jangkauan penglihatan lebih jelas tapi malah gak berpengaruh apa-apa. tetep burem dan ngantuk.
"Mas..mas...!!" suara itu tiba-tiba terdengar dari salah satu sudut jemuran,
Bayu mulai mencari sumber suara tersebut. clingak-clinguk kanan-kiri gak menemukan apa-apa. tapi ternyata ada sesuatu yang menarik celana batikmya Bayu dari belakang.
"Mas... Hoi... mas.. Disini lho...!! Mas.." suara itu muncul lagi. Bayu menoleh ke belakang dan ditemukannya sesosok manusia dengan pakaian rombe-rombe serba gosong.
"Loh... Dibelakang toh..!! kaget aku mas.."
"Mas...Tolong saya mas.." kata orang asing tersebut.
"Aduh-aduh.. pakaiannya kok compang-camping gini dari mana mas..?"
"WES TOH DENGERIN DULU SAYA NGOMONG...!!!!" orang tersebut tiba-tiba membentak.
"Iya..iya.. ada apa?"
"Mas.. tolongin saya ya mas.."
"Tolong apa mas? Duwit? saya gak punya? mau minta tolong dianter ke rumah sakit? Naek angkot ya.. ato mau minta makan? nanti aja agak malem bareng saya gimana?"
"wannsggyturya msauggggimmbuaa iiibbuutjjgg..!!!! (baca: cerewet arek iki..!!!)" orang asing tersebut bergumam dengan bahasa aneh.
"Ngomong opo toh mas?"
"Nama saya BRUTBELGH. Saya sedang kabur dari planet saya mas."
"Ooo... becanda ah mas ini. Saya ini mahasiswa mas.. kaum Pinter saya.. Saya bukan orang bodo. Ah.. mas ini ngira bisa bohongi saya ya..?"
"Sek toh mas... biar saya selesaikan dulu kata-kata saya.."
"Iya deh.. monggo.."
"Planet saya sedang terjadi kerusuhan Global. dan saya menyelamatkan diri ke Bumi."
"Hmmm.. Lha kalo dari luar angkasa, kok bisa basa sini hayo..?? pake logat jawa lagi.. Gak mungkin sampeyan dari planet lain.. Gak mungkin.. gak percaya saya..!!!"
"Saya pakek alat ini mas. Namanya Language Autotranslator." pria asing yang mengaku bernama BRUTBELGH itu menunjukkan sebuah kalung mirip yang dikenakan anjing. menempel di jakun dan ada lampu kelap-kelipnya.
"Lha terus sampeyan ke bumi naek apa? kok tau-tau ada di jemuran kost saya?"
"Saya tadi naik kapsul terbang. tapi meledak setelah melewati atmosfir bumi. baju saya compang-camping dan jatuh di sini."
"Ooo.. Jadi yang bunyi Jedor tadi sampeyan toh.."
"Saya sudah ndak kuat lagi mas.."
"Heloh-heloh.. ceritanya belum selesai ini lho.. mak.. maksudnya gak kuat itu opo?"
"Saya ndak bisa bernafas di bumi. Alat bantu nafas saya tadi ada di kapsul dan ikut meledak."
"Heloh-heloh... tak bawa ke Rumah sakit ya? ato ada yang terkilir? tak pijetno ya mas? ato mas pengennya gimana deh.. jangan mati di sini. wah.. ngrepoti aku sampeyan iki. saya nguburnya gimana? nanti saya dikira pembunuh lho mas.." Bayu mulai panik,
"Tenang aja mas. Jasad saya bisa menguap kok. ngomong-ngomong, mas mau jadi orang yang kuat?"
"Kuat? kuat gimana maksudnya? mas bawa obat kuat dari planetnya mas ta? saya belum nikah mas..."
"Bassauuuba nnbuioussb bluilutgsssuje iiuohlsss...!!! (baca: goblok tenan arek iki..!!!)"
"Lho.. nggremeng maneh.. saya gak tau bahasanya lho mas.."
"Mas mau jadi kuat seperti superman?"
"Lho.. kok mas tau tentang superman? Filemnya nyampe di planetnya mas ya?"
"Semua tentang bumi, saya punya datanya. termasuk supermen, hulk, spiderman, jadwal pemilu, skor Arema, gosip Ahmad Dhani semua saya punya mas. mas mau gak jadi Supermen?"
"Mau lah.. gimana caranya?"
"Di planet saya, baju ini baju biasa. tapi kalo di bumi, baju ini bisa memberikan kekuatan super. mas tinggal pake baju saya aja dan jadi supermen."
"Lha piye toh..?? wong mas sendiri sudah ote-ote (baca:telanjang bulat) gini lho. bajunya udah hangus semua lho..."
"Kan ada yang belum hangus mas.. pake aja.."
"Mana? sempak (baca:kancut/bhs jawa)? emoh aku mas.. bekase orang. gilo aku.. jijik...!!!"
"ya mau gimana lagi. wong adanya ini. mau gak jadi supermen?"
"Ya mau lah.."
"Yo wes.. pake-en ini.."
BRUTBELGH kemudian berdiri dan mencopot kancutnya di depan Bayu. torpedonya yang sudah tidak berdaya akhirnya harus mengalah demi menolong orang dihadapannya ini.
"BRROOOOTT...!!!!HOWEEKK....!!!!" Bayu mendadak muntah. kopi dan pisang goreng yang tadi dia makan mendadak muncrat ke muka BRUTBELGH yang sudah kucel.
"wes... dipake aja.. gak usah pake muntahin saya segala..!!"
"Ini beneran bisa bikin saya jadi supermen? bisa anti peluru juga? bisa terbang juga?"
"Iya... tapi pakenya musti kena Oksigen langsung. jadi musti dipake di luar. gak bisa kalo dipake di dalem celana. bahasa kimianya gak bisa beroksidasi dengan udara."
"Lha kok malah nggilani gini?"
"Dan jangan lupa.. khasiatnya bisa ilang kalo kena detergent. jadi nyucinya pake air aja. gak usah disabun-i segala.. detergent di bumi gak cocok dengan baju dari planet saya mas.."
"walah... eh.. iya.. katanya mas tadi udah mau mati, kok masih bisa cerita banyak?"
"Oh.. gini mas.. orang-orang di planet saya bisa hidup selama dua hari dalam satu tarikan nafas saja. jadi saya ya cuma bisa hidup sampe sebentar lagi."
"Lha mas ambil nafas sejak kapan?"
"Kemaren lusa.."
"hweleh... harusnya mati dong sekarang?"
"Bentar lagi, mungkin.."
"Oh iya.. ini kalo dipake terbang bisa secepat apa mas?" Bayu masih penasaran,
"Bisa terbang dengan kecepatan suara..!!! wuzz..!! wuzz..!! gitu mas.." jawab BRUTBELGH dengan telanjang bulat.
"wah.. hebat ya.."
tiba-tiba pembicaraan mereka terputus oleh suara yang mirip alarm jam weker. tititititititiiiittt...
"Wah gawat..!!!" kata BRUTBELGH,
"Bunyi apa itu mas?"
"Ini indikator jumlah udara yang saya hirup semakin tipis. sebentar lagi saya mati mas.."
"Innalillahi wainna ilaihi rajiuunn.."
"SAYA BELUM MATI MAAASS.....!!!!" bentak BRUTBELGH.
"eh.. maap-maap.."
"pesan saya mas, jaga kancut itu baik-baik. pergunakan untuk menolong orang, dan ingat satu hal. DALAM KEKUATAN YANG BESAR, TERDAPAT TANGGUNG JAWAB YANG BESAR...!!"
"Maksudnya apa itu mas?"
"Saya juga gak tau mas.. itu petikan kata-kata dari pilem Spiderman yang pertama."
"Ooo.. pokoknya intinya saya jadi superhero ya mas.."
"Aduh.. mata saya sudah gelap.. saya sudah mau mati ini mas.. tangan dan kaki saya sudah pada menguap.. saya pemit dulu mas.. titip kancut saya mas.."
"Iya mas.. pergi dengan tenang ya mas.. ati-ati di jalan.."
"dadah mas... i love you..."
"HALAH...!!!!!"
BRUTBELGH pergi dengan tenang. badannya sudah menguap dan di bawa oleh hembusan angin yang melintas. Bayu melepas kepergian teman dadakannya itu sambil memeluk sebuah kancut di dadanya. kancut sakti yang akan membuatnya menjadi pahlawan super seperti di tipi-tipi.
Anak belel yang cuma pake celana panjang agak mlorot dan kaos dengan lubang leher yang nyaris menunjukkan putingnya itu menyruput sisa kopi terakhir lalu mengeluarkan uang seribuan kumel dua lembar dan dua koin lima ratusan bau balsem. bayar kopi dan pisang goreng tiga biji. Namanya Bayu (penulis males nyari nama tokoh yang laen), pemuda dengan tampang kucel tersebut. Pulang dari warung kopi dengan mencangklong tas warna krem bertuliskan acara musik yang disponsori oleh rokok. buku tulis dengan tebal 28 halaman karena sudah banyak dicabuti kertasnya ada di dalam tas tersebut ditemani oleh sahabat setianya yaitu sebuah pulpen item yang gak ada tutupnya. Bayu adalah mahasiswa kampus tersebut yang sudah enam tahun gak lulus-lulus dari kampus tersebut (ehem...kayaknya penulisnya malah curhat deh..). kalo di tempat tersebut, bayu digolongkan dalam kaum Highlander. kaum mahasiswa yang lulusnya lama, bahkan sudah tersalip oleh beberapa generasi yang lebih muda.
Bayu pulang ke kostnya yang jaraknya cuma 500 meter dari kampus. sore itu kost sepi total. kost tersebut sebenernya dihuni para Highlander juga. tapi mayoritas tinggal nyusun Skripsi aja. jadi banyak penghuni kost yang lain pada pulang dengan alasan survei dan ngumpulin bahan skripsi. ada beberapa penghuni yang gak pulang, tapi sore itu mereka pergi nyari hiburan. nonton bioskop katanya.
Suara Adzan magrib berkumandang. Suaranya jelas banget kalo didengerin dari kamar Bayu yang ada di lantai dua. Jelas aja, kamar bersebelahan dengan jemuran, jadi kalo mau denger atau lihat pemandangan sekitar tinggal buka jendela dan pemandangan sawah yang luas terhampar dengan jelas.
Abis sholat maghrib, rencananya sih Bayu mau tidur bentar. maklum, kuliah yang musti diulang hari ini banyak banget. dari pagi sampe sore. bikin mata sepet kuping budeg dengerin ceramah yang itu-itu aja dari dosen yang sama semenjak beberapa semester kemarin. baru aja mau merem, terdengar suara mirip ban pecah. trus dilajutkan dengan suara tabrakan. Dhuar...!!! GUBRAAAAK...!!!! kurang lebih bunyinya kayak gitu. Mata yang tadinya udah pedes dan mau merem akhirnya melek lagi gara-gara rasa penasaran.
Bayu keluar dari kamar menuju jemuran buat melihat sekeliling kost karena sebenernya dari jemuran itu juga bisa lihat jalan aspal yang ada di seberang sawah. Mata udah di merem-melekin biar jangkauan penglihatan lebih jelas tapi malah gak berpengaruh apa-apa. tetep burem dan ngantuk.
"Mas..mas...!!" suara itu tiba-tiba terdengar dari salah satu sudut jemuran,
Bayu mulai mencari sumber suara tersebut. clingak-clinguk kanan-kiri gak menemukan apa-apa. tapi ternyata ada sesuatu yang menarik celana batikmya Bayu dari belakang.
"Mas... Hoi... mas.. Disini lho...!! Mas.." suara itu muncul lagi. Bayu menoleh ke belakang dan ditemukannya sesosok manusia dengan pakaian rombe-rombe serba gosong.
"Loh... Dibelakang toh..!! kaget aku mas.."
"Mas...Tolong saya mas.." kata orang asing tersebut.
"Aduh-aduh.. pakaiannya kok compang-camping gini dari mana mas..?"
"WES TOH DENGERIN DULU SAYA NGOMONG...!!!!" orang tersebut tiba-tiba membentak.
"Iya..iya.. ada apa?"
"Mas.. tolongin saya ya mas.."
"Tolong apa mas? Duwit? saya gak punya? mau minta tolong dianter ke rumah sakit? Naek angkot ya.. ato mau minta makan? nanti aja agak malem bareng saya gimana?"
"wannsggyturya msauggggimmbuaa iiibbuutjjgg..!!!! (baca: cerewet arek iki..!!!)" orang asing tersebut bergumam dengan bahasa aneh.
"Ngomong opo toh mas?"
"Nama saya BRUTBELGH. Saya sedang kabur dari planet saya mas."
"Ooo... becanda ah mas ini. Saya ini mahasiswa mas.. kaum Pinter saya.. Saya bukan orang bodo. Ah.. mas ini ngira bisa bohongi saya ya..?"
"Sek toh mas... biar saya selesaikan dulu kata-kata saya.."
"Iya deh.. monggo.."
"Planet saya sedang terjadi kerusuhan Global. dan saya menyelamatkan diri ke Bumi."
"Hmmm.. Lha kalo dari luar angkasa, kok bisa basa sini hayo..?? pake logat jawa lagi.. Gak mungkin sampeyan dari planet lain.. Gak mungkin.. gak percaya saya..!!!"
"Saya pakek alat ini mas. Namanya Language Autotranslator." pria asing yang mengaku bernama BRUTBELGH itu menunjukkan sebuah kalung mirip yang dikenakan anjing. menempel di jakun dan ada lampu kelap-kelipnya.
"Lha terus sampeyan ke bumi naek apa? kok tau-tau ada di jemuran kost saya?"
"Saya tadi naik kapsul terbang. tapi meledak setelah melewati atmosfir bumi. baju saya compang-camping dan jatuh di sini."
"Ooo.. Jadi yang bunyi Jedor tadi sampeyan toh.."
"Saya sudah ndak kuat lagi mas.."
"Heloh-heloh.. ceritanya belum selesai ini lho.. mak.. maksudnya gak kuat itu opo?"
"Saya ndak bisa bernafas di bumi. Alat bantu nafas saya tadi ada di kapsul dan ikut meledak."
"Heloh-heloh... tak bawa ke Rumah sakit ya? ato ada yang terkilir? tak pijetno ya mas? ato mas pengennya gimana deh.. jangan mati di sini. wah.. ngrepoti aku sampeyan iki. saya nguburnya gimana? nanti saya dikira pembunuh lho mas.." Bayu mulai panik,
"Tenang aja mas. Jasad saya bisa menguap kok. ngomong-ngomong, mas mau jadi orang yang kuat?"
"Kuat? kuat gimana maksudnya? mas bawa obat kuat dari planetnya mas ta? saya belum nikah mas..."
"Bassauuuba nnbuioussb bluilutgsssuje iiuohlsss...!!! (baca: goblok tenan arek iki..!!!)"
"Lho.. nggremeng maneh.. saya gak tau bahasanya lho mas.."
"Mas mau jadi kuat seperti superman?"
"Lho.. kok mas tau tentang superman? Filemnya nyampe di planetnya mas ya?"
"Semua tentang bumi, saya punya datanya. termasuk supermen, hulk, spiderman, jadwal pemilu, skor Arema, gosip Ahmad Dhani semua saya punya mas. mas mau gak jadi Supermen?"
"Mau lah.. gimana caranya?"
"Di planet saya, baju ini baju biasa. tapi kalo di bumi, baju ini bisa memberikan kekuatan super. mas tinggal pake baju saya aja dan jadi supermen."
"Lha piye toh..?? wong mas sendiri sudah ote-ote (baca:telanjang bulat) gini lho. bajunya udah hangus semua lho..."
"Kan ada yang belum hangus mas.. pake aja.."
"Mana? sempak (baca:kancut/bhs jawa)? emoh aku mas.. bekase orang. gilo aku.. jijik...!!!"
"ya mau gimana lagi. wong adanya ini. mau gak jadi supermen?"
"Ya mau lah.."
"Yo wes.. pake-en ini.."
BRUTBELGH kemudian berdiri dan mencopot kancutnya di depan Bayu. torpedonya yang sudah tidak berdaya akhirnya harus mengalah demi menolong orang dihadapannya ini.
"BRROOOOTT...!!!!HOWEEKK....!!!!" Bayu mendadak muntah. kopi dan pisang goreng yang tadi dia makan mendadak muncrat ke muka BRUTBELGH yang sudah kucel.
"wes... dipake aja.. gak usah pake muntahin saya segala..!!"
"Ini beneran bisa bikin saya jadi supermen? bisa anti peluru juga? bisa terbang juga?"
"Iya... tapi pakenya musti kena Oksigen langsung. jadi musti dipake di luar. gak bisa kalo dipake di dalem celana. bahasa kimianya gak bisa beroksidasi dengan udara."
"Lha kok malah nggilani gini?"
"Dan jangan lupa.. khasiatnya bisa ilang kalo kena detergent. jadi nyucinya pake air aja. gak usah disabun-i segala.. detergent di bumi gak cocok dengan baju dari planet saya mas.."
"walah... eh.. iya.. katanya mas tadi udah mau mati, kok masih bisa cerita banyak?"
"Oh.. gini mas.. orang-orang di planet saya bisa hidup selama dua hari dalam satu tarikan nafas saja. jadi saya ya cuma bisa hidup sampe sebentar lagi."
"Lha mas ambil nafas sejak kapan?"
"Kemaren lusa.."
"hweleh... harusnya mati dong sekarang?"
"Bentar lagi, mungkin.."
"Oh iya.. ini kalo dipake terbang bisa secepat apa mas?" Bayu masih penasaran,
"Bisa terbang dengan kecepatan suara..!!! wuzz..!! wuzz..!! gitu mas.." jawab BRUTBELGH dengan telanjang bulat.
"wah.. hebat ya.."
tiba-tiba pembicaraan mereka terputus oleh suara yang mirip alarm jam weker. tititititititiiiittt...
"Wah gawat..!!!" kata BRUTBELGH,
"Bunyi apa itu mas?"
"Ini indikator jumlah udara yang saya hirup semakin tipis. sebentar lagi saya mati mas.."
"Innalillahi wainna ilaihi rajiuunn.."
"SAYA BELUM MATI MAAASS.....!!!!" bentak BRUTBELGH.
"eh.. maap-maap.."
"pesan saya mas, jaga kancut itu baik-baik. pergunakan untuk menolong orang, dan ingat satu hal. DALAM KEKUATAN YANG BESAR, TERDAPAT TANGGUNG JAWAB YANG BESAR...!!"
"Maksudnya apa itu mas?"
"Saya juga gak tau mas.. itu petikan kata-kata dari pilem Spiderman yang pertama."
"Ooo.. pokoknya intinya saya jadi superhero ya mas.."
"Aduh.. mata saya sudah gelap.. saya sudah mau mati ini mas.. tangan dan kaki saya sudah pada menguap.. saya pemit dulu mas.. titip kancut saya mas.."
"Iya mas.. pergi dengan tenang ya mas.. ati-ati di jalan.."
"dadah mas... i love you..."
"HALAH...!!!!!"
BRUTBELGH pergi dengan tenang. badannya sudah menguap dan di bawa oleh hembusan angin yang melintas. Bayu melepas kepergian teman dadakannya itu sambil memeluk sebuah kancut di dadanya. kancut sakti yang akan membuatnya menjadi pahlawan super seperti di tipi-tipi.

kocaaaaks..
BalasHapus