Malam semakin dingin dan sunyi di kost Bayu. Anak kost yang gak mudik belum pada balik ke kost. Teman dadakannya itu sudah pergi jauh beberapa jam yang lalu dan mungkin sekarang sudah ada di surga mengamati setiap gerak-gerik Bayu dari atas sana. Pengennya Bayu sih gak cuma menyimpan kancut warna krem kotak-kotak ini aja, tapi dia juga pengen nyimpen alat canggih penyimpan data setiap planet di jagat raya ini dan alat penerjemah segala bahasa yang dimiliki BRUTBELGH. Tapi semenjak BRUTBELGH menguap, alat tersebut ikut rusak dan hangus. Yah.. rahasia alam lagi-lagi harus tersimpan. tapi mungkin untuk bisa menyibak rahasia alam, kita harus lebih mendekatkan diri pada alam, atau paling gak Feti Verra. Mungkin alam juga menitipkan beberapa rahasianya kepada kakaknya itu.
Malam itu sudah jam sepuluh. belum larut benar untuk beraktifitas. Bayu pengen dengan segera mencoba kancut titipan temennya itu. Sapa tau emang bener bisa bikin dirinya jadi superhero yang sakti mandragade (bukan mandraguna, wong gunanya bukan buat mandra aja kok..). sedari sore tadi mata Bayu gak bisa lepas dari kancut warna krem kotak-kotak tersebut. rasa ngantuk sudah lewat, kalah oleh rasa penasarannya. Sarung yang biasanya dipakenya buat tidur akhirnya dia lepas buat nyoba kancut sakti itu. kancut disabetnya dan dengan sedikit rasa ragu dia coba kancut bekas orang lain itu. ini pertama kalinya dia nyoba kancut bekas orang lain. sejarah harus mencatat sebuah rekor baru yang menjijikkan ini. Bayu, seorang mahasiswa yang seharusnya memiliki pemikiran yang rasional harus memakai kancut bekas orang apalagi bekas orang dari angkasa luar.
Setelah kancut tersebut terpasang dan agak kedodoran yang bikin "adek"nya bayu gak nyaman itu, bayu segera memakai celana batik yang tadi sudah dia lepas gara-gara mau segera tidur. yap.. akhirnya kancut sakti sudah tertutupi oleh celana batik. Bayu keluar kamar dan berjalan menuju tempat jemuran. dari situ tampak sawah membentang lumayan lebar, cukup untuk belajar terbang tanpa diketahui banyak orang. Bayu mulai naik ke tembok yang tingginya cuma 1,5 meter dari lantai jemuran dan berharap bisa segera terbang layaknya supermen. dalam pikirannya adalah dia seorang supermen yang terbang menyelamatkan gadis cantik dan dipeluknya sambil membawa terbang menembus awan.
"Mas supermen, aku cinta padamu..!! Cup..cup.."
"Sama dek Luis, Mas Bayu juga cinta padamu... Cup..Cup..."
dan adegan saling cium diatas awan tersebut terpaksa harus buyar karena bayu mendadak sadar bahwa dirinya sekarang berada diatas tembok dan lebih mirip seperti orang mau bunuh diri.
Bayu mulai membaca bacaan basmallah dengan tangan kanan dan kiri memegang kolor celana batik beserta kolor kancutnya itu.
"Allah Hu Akbar...!!!!" bayu teriak sambil loncat dari tembok jemuran,
GEDUBRAAAKKK...!!!!! Bayu nyungsep dengan sukses..
"ASSEEMMM...!!! aku dibohongo si BRUTBELGH gemblung itu.. Katanya bisa terbang!!! tapi aku nyungsep kayak orang putus asa bunuh diri. Dengan berat hati, Bayu berjalan menuju pintu kost.
"KAMMPREETTT...!!! kunci kost ketinggalan di kamar... mana anak-anak belum pada balik. mau telpon ke warnet gak bawa dompet. AARRGGGHHHH....!!!"
Bayu terus saja menggerutu sambil selonjor di depan pintu kost yang masih rapet mirip gembel nyari tempat tidur di depan kios-kios pinggir jalan. sambil menggerutu, bayu nyoba mengingat-ingat apa yang salah dari cara dia loncat tadi. sedikit banyak masih percaya dengan apa kata BRUTBELGH. dia mencoba mengingat-ingat lagi setiap percakapan tadi.
...
"wes... dipake aja.. gak usah pake muntahin saya segala..!!"
"Ini beneran bisa bikin saya jadi supermen? bisa anti peluru juga? bisa terbang juga?"
"Iya... tapi pakenya musti kena Oksigen langsung. jadi musti dipake di luar. gak bisa kalo dipake di dalem celana. bahasa kimianya gak bisa beroksidasi dengan udara."
"Lha kok malah nggilani gini?"
"Dan jangan lupa.. khasiatnya bisa ilang kalo kena detergent. jadi nyucinya pake air aja. gak usah disabun-i segala.. detergent di bumi gak cocok dengan baju dari planet saya mas.."
...
seketika Bayu beranjak dari selonjornya itu.
"Iya.. ini kancut musti di pake di luar celana. tapi mau ganti di mana ya..??"
Bayu segera menuju belakang kost tempat dia jatuh tadi. Di sana cuma ada sawah aja gak ada orang lain. pasti sepi. ada jalan setapak-pun jarang dilewati orang gara-gara gelap. Di dekat dinding belakang kost-nya, bayu mulai clingak-clinguk melihat suasana sekitar. gak ada orang. dia mulai melepas celana batiknya itu. dan perlahan-lahan mulai menurunkan kancut jahanam itu.
"Permisi mas.. numpang lewat..!!!" mendadak ada dua cewek yang melintas di jalan setapak itu. Bayu baru inget kalo jalan setapak itu jalur tembusan ke kost cewek yang ada di kampung belakang.
"Whadoohh... A.. A... anu.. mari mbak.. eh.. silahkan mbak...!!"
"Mau eek ya mas... maap kalo ganggu.." sambil cengingisan dua cewek tersebut berlalu bagaikan bidadari memergoki jaka tarub buang hajat. Kali ini bayu malu berat. dia segera mencari tempat yang lebih gelap lagi buat ganti celana. sebuah pohon pisang yang malang jadi sasaran persembunyiannya kali ini. Pohon pisang yang tak seberapa tinggi tersebut terpaksa menjadi saksi bisu kebiadaban pemuda tak bermoral mengganti celana dan melepas kancut di udara bebas. Bayu segera memakai celana dan di dobeli dengan kancut krem kotak-kotak. kali ini "adek"nya bayu makin gak nyaman lagi. tak tercover secara nyaman dalam balutan celana batik tipis.
"kali ini aku harus bisa terbang..." pikirnya,
Bayu mulai konsentrasi dan membaca basmallah lagi sambil pandangan menatap tajam ke depan. kaki kana secara perlahan mulai terangkat dan tak menapaki tanah.
"AKKUUU TERBANG... HOREE...HORE....!!!" belum lama bayu kegirangan, dia harus sadar bahwa kaki kiri cuma jinjit yang membuat kaki kanannya agak terangkat.
"AAARRGGHHHH....!!! KAMPREEETTT...!!!! AKU BELUM TERBANG TOH RUPANYAA...."
Bayu mulai konsentrasi lagi, dan kali ini kedua kakinya mulai terangkat secara perlahan. Bayu secara resmi dinyatakan tak menapaki tanah. Bayu terbang dan semakin tinggi, tinggi sekali sampai dua orang cewe tadi terlihat dari angkasa sedang beli nasi goreng di jalan raya depan kostnya. Insting bayu menjadi semakin tajam. pandangan buram jadi lebih jelas. kuping yang biasanya agak bandel buat dengerin gara-gara tertutup congek sekarang menjadi semakin tajam bahkan dia bisa mendengar satpam yang sedang banting kartu di pos jaga dari jarak beberapa kilometer di depannya. penciumannya juga semakin tajam. bau pesing kamar mandi kostnya tercium dari ketinggian 50 meter.
"AAAKKKUUUUU TEEEERRRBBAAANNNNNGGGGGGG....!!! CIIIHUUUIIII...!!!! HOREE.. HORREEEEE...!!!!" Bayu teriak-teriak kegirangan.
"Okee... sekarang tinggal belajar meluncur seperti supermen yang di tipi-tipi. meluncur dengan kecepatan suara." Bayu mulai ambil ancang-ancang layaknya superman sedang terbang. dengan tangan kanan mengepal teracung ke depan, bayu mulai meracau gak jelas,
"KAPTEN BAYU, KETINGGIAN PESAWAT 50 METER. SEKARANG PESAWAT SIAP MELUNCUR DENGAN KECEPATAN SUARA..!!!"
Bayu kali ini berhasil meluncur. hanya saja kecepatannya tak seperti yang ia bayangkan. pelaaann banget. sama nenek-nenek pake kursi roda aja masih lebih cepet nenek-nenek tersebut.
"Ini pasti ada yang salah.. ini pasti ada yang salah.... ini sih secepat kecepatan kentut. dari sana bunyi dari sini baru ada yang bau kentutnya.." berkali-kali bayu meracau.
"Aku harus yakin aku bisa... ya.. aku harus yakin kalo aku bisa meluncur secepat peluru. BISMILLAHIRROHMANIRROHIIIIMMMM........!!!!!"
BHLUAAARR...!!! suara tumbukan dengan udara memecah keheningan malam. gak hening ding.. Bayu melesat cepat bak peluru. berkali-kali dia menarik kolornya supaya gak mlorot akibat terlalu cepatnya dia melaju. Bayu sadar, dia gak boleh terlihat banyak orang. orang tak boleh tahu bahwa dia sekarang menjadi seorang supermen. maka bayu melesat menuju ketinggian yang tak terjangkau pesawat terbang biasa, lebih tinggi dari awan yang menyebabkan hujan. tinggi dan semakin dingin. hidung keluar ingus dan menjadi kaku. udara semakin tipis dan oksigen juga semakin tipis. Bayu gak sadar kalo kancutnya musti beroksidasi dengan oksigen yang cukup. dia berhenti melesat dan jatuh dengan lemas menuju bumu lagi. dia panik dan menyadari bahwa ini akibat oksigen yang menipis. akhirnya dia melesat terbang di ketinggian normal lagi.
Bayu kini sudah berdiri tenang di ketinggian 50 meter di atas sawah. dia berpikir bahwa harus ada yang dilakukan superhero seperti dia.
"Ayoo dong.. ada kriminal kek apa kek. orang dijambret, kemalingan ato apa gitu biar aku bisa nolong. ayo dong...!!!" dalam pikiran bayu malah menjadi semakin aneh. dia malah mengharapkan terjadi tindak kriminal daripada terjadi kedamaian.
"Astagfirullah... mikir apa aku ini.. haduh.. malah mikir aneh-aneh deh.."
...
"pesan saya mas, jaga kancut itu baik-baik. pergunakan untuk menolong orang, dan ingat satu hal. DALAM KEKUATAN YANG BESAR, TERDAPAT TANGGUNG JAWAB YANG BESAR...!!" tiba-tiba kata-kata dari BRUTBELGH menyadarkannya lagi.
"Iya deh... Harusnya saya menolong orang dan bukan mendoakan hal yang buruk terjadi pada orang. maapkan saya mas BRUTBELGH.. maapkan saya."
Malam itu Bayu kembali ke kost melalui tempat jemuran. kali ini dia bersyukur bahwa dia diberi tanggung jawab yang besar dalam sebuah kekuatan yang besar pula. dan dia juga bersyukur bahwa malam ini tak ada kejahatan sehingga orang lain bisa beristirahat dengan tenang.
Malam itu sudah jam sepuluh. belum larut benar untuk beraktifitas. Bayu pengen dengan segera mencoba kancut titipan temennya itu. Sapa tau emang bener bisa bikin dirinya jadi superhero yang sakti mandragade (bukan mandraguna, wong gunanya bukan buat mandra aja kok..). sedari sore tadi mata Bayu gak bisa lepas dari kancut warna krem kotak-kotak tersebut. rasa ngantuk sudah lewat, kalah oleh rasa penasarannya. Sarung yang biasanya dipakenya buat tidur akhirnya dia lepas buat nyoba kancut sakti itu. kancut disabetnya dan dengan sedikit rasa ragu dia coba kancut bekas orang lain itu. ini pertama kalinya dia nyoba kancut bekas orang lain. sejarah harus mencatat sebuah rekor baru yang menjijikkan ini. Bayu, seorang mahasiswa yang seharusnya memiliki pemikiran yang rasional harus memakai kancut bekas orang apalagi bekas orang dari angkasa luar.
Setelah kancut tersebut terpasang dan agak kedodoran yang bikin "adek"nya bayu gak nyaman itu, bayu segera memakai celana batik yang tadi sudah dia lepas gara-gara mau segera tidur. yap.. akhirnya kancut sakti sudah tertutupi oleh celana batik. Bayu keluar kamar dan berjalan menuju tempat jemuran. dari situ tampak sawah membentang lumayan lebar, cukup untuk belajar terbang tanpa diketahui banyak orang. Bayu mulai naik ke tembok yang tingginya cuma 1,5 meter dari lantai jemuran dan berharap bisa segera terbang layaknya supermen. dalam pikirannya adalah dia seorang supermen yang terbang menyelamatkan gadis cantik dan dipeluknya sambil membawa terbang menembus awan.
"Mas supermen, aku cinta padamu..!! Cup..cup.."
"Sama dek Luis, Mas Bayu juga cinta padamu... Cup..Cup..."
dan adegan saling cium diatas awan tersebut terpaksa harus buyar karena bayu mendadak sadar bahwa dirinya sekarang berada diatas tembok dan lebih mirip seperti orang mau bunuh diri.
Bayu mulai membaca bacaan basmallah dengan tangan kanan dan kiri memegang kolor celana batik beserta kolor kancutnya itu.
"Allah Hu Akbar...!!!!" bayu teriak sambil loncat dari tembok jemuran,
GEDUBRAAAKKK...!!!!! Bayu nyungsep dengan sukses..
"ASSEEMMM...!!! aku dibohongo si BRUTBELGH gemblung itu.. Katanya bisa terbang!!! tapi aku nyungsep kayak orang putus asa bunuh diri. Dengan berat hati, Bayu berjalan menuju pintu kost.
"KAMMPREETTT...!!! kunci kost ketinggalan di kamar... mana anak-anak belum pada balik. mau telpon ke warnet gak bawa dompet. AARRGGGHHHH....!!!"
Bayu terus saja menggerutu sambil selonjor di depan pintu kost yang masih rapet mirip gembel nyari tempat tidur di depan kios-kios pinggir jalan. sambil menggerutu, bayu nyoba mengingat-ingat apa yang salah dari cara dia loncat tadi. sedikit banyak masih percaya dengan apa kata BRUTBELGH. dia mencoba mengingat-ingat lagi setiap percakapan tadi.
...
"wes... dipake aja.. gak usah pake muntahin saya segala..!!"
"Ini beneran bisa bikin saya jadi supermen? bisa anti peluru juga? bisa terbang juga?"
"Iya... tapi pakenya musti kena Oksigen langsung. jadi musti dipake di luar. gak bisa kalo dipake di dalem celana. bahasa kimianya gak bisa beroksidasi dengan udara."
"Lha kok malah nggilani gini?"
"Dan jangan lupa.. khasiatnya bisa ilang kalo kena detergent. jadi nyucinya pake air aja. gak usah disabun-i segala.. detergent di bumi gak cocok dengan baju dari planet saya mas.."
...
seketika Bayu beranjak dari selonjornya itu.
"Iya.. ini kancut musti di pake di luar celana. tapi mau ganti di mana ya..??"
Bayu segera menuju belakang kost tempat dia jatuh tadi. Di sana cuma ada sawah aja gak ada orang lain. pasti sepi. ada jalan setapak-pun jarang dilewati orang gara-gara gelap. Di dekat dinding belakang kost-nya, bayu mulai clingak-clinguk melihat suasana sekitar. gak ada orang. dia mulai melepas celana batiknya itu. dan perlahan-lahan mulai menurunkan kancut jahanam itu.
"Permisi mas.. numpang lewat..!!!" mendadak ada dua cewek yang melintas di jalan setapak itu. Bayu baru inget kalo jalan setapak itu jalur tembusan ke kost cewek yang ada di kampung belakang.
"Whadoohh... A.. A... anu.. mari mbak.. eh.. silahkan mbak...!!"
"Mau eek ya mas... maap kalo ganggu.." sambil cengingisan dua cewek tersebut berlalu bagaikan bidadari memergoki jaka tarub buang hajat. Kali ini bayu malu berat. dia segera mencari tempat yang lebih gelap lagi buat ganti celana. sebuah pohon pisang yang malang jadi sasaran persembunyiannya kali ini. Pohon pisang yang tak seberapa tinggi tersebut terpaksa menjadi saksi bisu kebiadaban pemuda tak bermoral mengganti celana dan melepas kancut di udara bebas. Bayu segera memakai celana dan di dobeli dengan kancut krem kotak-kotak. kali ini "adek"nya bayu makin gak nyaman lagi. tak tercover secara nyaman dalam balutan celana batik tipis.
"kali ini aku harus bisa terbang..." pikirnya,
Bayu mulai konsentrasi dan membaca basmallah lagi sambil pandangan menatap tajam ke depan. kaki kana secara perlahan mulai terangkat dan tak menapaki tanah.
"AKKUUU TERBANG... HOREE...HORE....!!!" belum lama bayu kegirangan, dia harus sadar bahwa kaki kiri cuma jinjit yang membuat kaki kanannya agak terangkat.
"AAARRGGHHHH....!!! KAMPREEETTT...!!!! AKU BELUM TERBANG TOH RUPANYAA...."
Bayu mulai konsentrasi lagi, dan kali ini kedua kakinya mulai terangkat secara perlahan. Bayu secara resmi dinyatakan tak menapaki tanah. Bayu terbang dan semakin tinggi, tinggi sekali sampai dua orang cewe tadi terlihat dari angkasa sedang beli nasi goreng di jalan raya depan kostnya. Insting bayu menjadi semakin tajam. pandangan buram jadi lebih jelas. kuping yang biasanya agak bandel buat dengerin gara-gara tertutup congek sekarang menjadi semakin tajam bahkan dia bisa mendengar satpam yang sedang banting kartu di pos jaga dari jarak beberapa kilometer di depannya. penciumannya juga semakin tajam. bau pesing kamar mandi kostnya tercium dari ketinggian 50 meter.
"AAAKKKUUUUU TEEEERRRBBAAANNNNNGGGGGGG....!!! CIIIHUUUIIII...!!!! HOREE.. HORREEEEE...!!!!" Bayu teriak-teriak kegirangan.
"Okee... sekarang tinggal belajar meluncur seperti supermen yang di tipi-tipi. meluncur dengan kecepatan suara." Bayu mulai ambil ancang-ancang layaknya superman sedang terbang. dengan tangan kanan mengepal teracung ke depan, bayu mulai meracau gak jelas,
"KAPTEN BAYU, KETINGGIAN PESAWAT 50 METER. SEKARANG PESAWAT SIAP MELUNCUR DENGAN KECEPATAN SUARA..!!!"
Bayu kali ini berhasil meluncur. hanya saja kecepatannya tak seperti yang ia bayangkan. pelaaann banget. sama nenek-nenek pake kursi roda aja masih lebih cepet nenek-nenek tersebut.
"Ini pasti ada yang salah.. ini pasti ada yang salah.... ini sih secepat kecepatan kentut. dari sana bunyi dari sini baru ada yang bau kentutnya.." berkali-kali bayu meracau.
"Aku harus yakin aku bisa... ya.. aku harus yakin kalo aku bisa meluncur secepat peluru. BISMILLAHIRROHMANIRROHIIIIMMMM........!!!!!"
BHLUAAARR...!!! suara tumbukan dengan udara memecah keheningan malam. gak hening ding.. Bayu melesat cepat bak peluru. berkali-kali dia menarik kolornya supaya gak mlorot akibat terlalu cepatnya dia melaju. Bayu sadar, dia gak boleh terlihat banyak orang. orang tak boleh tahu bahwa dia sekarang menjadi seorang supermen. maka bayu melesat menuju ketinggian yang tak terjangkau pesawat terbang biasa, lebih tinggi dari awan yang menyebabkan hujan. tinggi dan semakin dingin. hidung keluar ingus dan menjadi kaku. udara semakin tipis dan oksigen juga semakin tipis. Bayu gak sadar kalo kancutnya musti beroksidasi dengan oksigen yang cukup. dia berhenti melesat dan jatuh dengan lemas menuju bumu lagi. dia panik dan menyadari bahwa ini akibat oksigen yang menipis. akhirnya dia melesat terbang di ketinggian normal lagi.
Bayu kini sudah berdiri tenang di ketinggian 50 meter di atas sawah. dia berpikir bahwa harus ada yang dilakukan superhero seperti dia.
"Ayoo dong.. ada kriminal kek apa kek. orang dijambret, kemalingan ato apa gitu biar aku bisa nolong. ayo dong...!!!" dalam pikiran bayu malah menjadi semakin aneh. dia malah mengharapkan terjadi tindak kriminal daripada terjadi kedamaian.
"Astagfirullah... mikir apa aku ini.. haduh.. malah mikir aneh-aneh deh.."
...
"pesan saya mas, jaga kancut itu baik-baik. pergunakan untuk menolong orang, dan ingat satu hal. DALAM KEKUATAN YANG BESAR, TERDAPAT TANGGUNG JAWAB YANG BESAR...!!" tiba-tiba kata-kata dari BRUTBELGH menyadarkannya lagi.
"Iya deh... Harusnya saya menolong orang dan bukan mendoakan hal yang buruk terjadi pada orang. maapkan saya mas BRUTBELGH.. maapkan saya."
Malam itu Bayu kembali ke kost melalui tempat jemuran. kali ini dia bersyukur bahwa dia diberi tanggung jawab yang besar dalam sebuah kekuatan yang besar pula. dan dia juga bersyukur bahwa malam ini tak ada kejahatan sehingga orang lain bisa beristirahat dengan tenang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar